Sunday, November 27, 2016

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN ROCKWOOL PADA HIDROPONIK

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN ROCKWOOL PADA HIDROPONIK

Batu kali Basalt, yang penuh dengan silikat, berat dan keras, dicairkan dalam tungku dengan temperatur sekitar 2500 oC, dan dengan kekutan sentrifugal dibuatlah serat-serat rockwool, yang kemudian dicetak menjadi : 1) Kubus 10 X 10 X 10 cm. 2) Batangan rockwool 100 X 15 X 7 ½ cm. 3) Lembaran/slab ukuran 120 X 60 X 5 cm. Dipotong kecil-kecil dengan berbagai ukuran, digunakan untuk media tanam persemaian dan dalam “gully”/talang, terutama pada sistem budidaya Nutrient Film Technic, Aeroponic, dan juga sebagai “slab” seukuran 100 X 20 -30 X 7,5 cm.
Sifatnya pandai memegang air, sehingga kita tidak terlampau direpotkan dengan harus menyiramnya sering sekali. Tidak mengandung unsur hara, sehingga pupuk nutrisi yang kita siramkan pada persemaian, tidak akan terubah komposisinya. Bila dicelupkan ke air murni, dan diukur air perasannya, maka EC meter akan menunjukkkan angka 0,0 mS/cm. Bila kita mengaplikasi pupuk hidroponik dengan EC tertentu, maka larutan pupuk yang terjadi tetap ber-EC sama dengan aslinya. Rockwool banyak digunakan sebagai insulator, pembungkus tabung/duct AC pada bangunan bertingkat, untuk mengalirkan udara dingin atau panas, ke tingkat bangunan yang lebih tinggi. Kadang glasswool yang digunakan sebagai insulator. Di Indonesia juga sudah diproduksi rockwool tersebut untuk keperluan duct AC, tetapi kemudian disimpangkan penggunaannya untuk keperluan hidroponik. Dengan besar hati insulator rockwool buatan Indonesia digunakan dengan luas, sebagai pengganti rockwool import bermerk dagang Grodan dan Cultilene, buatan Belanda, yang supply-nya belum teratur, dan mahal harganya. Limbah rockwool, misalnya pada pembongkaran hotel berbintang, atau bangunan bertingkat lainnya, juga masih bisa digunakan. Biasanya dibuang di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir, kita punguti gratis dan gunakan-ulang untuk hidroponik, tanpa ada keluhan secuilpun. Dahulu ada kekhawatiran mengenai pembuangan limbah rockwool, mengingat ia terdiri dari silikat, yang tidak bisa melapuk, tetapi sekarang sudah bisa digunakan sebagai “landfill”, dan sudah bisa di-daur-ulang! Walau ‘voluminous”, besar ukurannya, tetapi karena ringan, dengan “bulk density 80 kg/m3, maka penggunaannya menyenangkan. Pada pemakaian hari pertama, mungkin terasa sedikit gatal, karena serat-serat tajam silikat menyocok kulit kita yang peka; dengan menggosok-gosok tangan di bawah kraan air, gatalnya langsung hilang!




No comments:

Post a Comment