Tuesday, November 29, 2016

BEBERAPA KELEMAHAN BUDIDAYA HIDROPONIK.

Kita biasanya senang bila disuguhi ceritera angin surga, padahal dalam kenyataannya, mempunyai kebun hidroponik banyak memberi kepusing- an, dan tidak bisa dibuat menjadi sederhana seperti yang kita inginkan. 
Budidaya hidroponik padat modal, mengingat diperlukannya green- house yang harus memenuhi banyak persyaratan, dan harganya ratusan ribu rupiah per m2. Tanpa greenhouse yang wajar, hama dan penyakit tanaman akan meludeskan pertanaman kita, dan kita panen hanya sisanya saja.
Hidroponik padat pengetahuan tingkat tinggi, memerlukan sin- kronisasi banyak disiplin ilmu yang canggih, yang harus dipatuhi secara konsisten sepanjang masa produksi. 
Juga diperlukan kemahiran pengelolaan, mengatur lay-out kebun, instalasi produksi, logistik sarana produksi, pembinaan dan pengawasan sumber daya manusia, pemantapan dan pengawasan kualitas produk, marketing, financing, dan administrasi keseluruhan.
Juga haruis diantisipasi tiap perubahan iklim, cuaca, maupun mikro-klimat kebun, yang begitu banyak mempengaruhi proses produksi, misalnya curah hujan dan pembagiannya sepanjang tahun, kelembaban, lamanya penyinaran dan intensitas penyinaran cahaya matahari, tem- peratur, angin, elevasi dlsbnya.
Belum lagi persoalan detail teknis perawatan pertumbuhan pertanam- an, misalnya mengenai larutan pupuk A-B mix, EC, pH, temperatur larutan, oksigen-terlarut, fluktuasi kebutuhan tanaman akan kation dan anion, masa vegetatif dan generatif, dlsbnya.
Marketing juga fluktuatif, dan perencanaan delivery kepada pelanggan harus dibuat untuk jangka waktu 3 bulan, sebulan, seminggu dan hari- hari dalam seminggu, pada waktu pengantaran dan volume yang sudah disetujui dengan fihak penerima.
Dan ... last, but not least ... adalah penagihan pembayaran atas komoditas yang telah kita serahkan berminggu-minggu atau bulan yang lalu. Di situ barulah terlihat "bottom line" apakah perusahaan angka hasil usahanya merah atau hitam, rugi atau untung. Barulah kita bisa bernafas lega.

No comments:

Post a Comment