Sunday, November 27, 2016

BUDIDAYA HIDROPONIK BEBAS SERANGAN PENYAKIT CENDAWAN.

BUDIDAYA HIDROPONIK BEBAS SERANGAN PENYAKIT CENDAWAN. Bertahun-tahun berbudidaya hidroponik tanpa adanya serangan penyakit cendawan satupun, pasti tidak akan ada yang percaya. Mindset hidroponiker biasanya menyatakan bahwa tiap kegiatan budidaya hidroponik pasti ada serangan penyakit cendawannya, dan mana mungkin tanaman bebas dari serangan. Belasan tahun yang lalu saya bertemu Ir Iskandar, CIBA GEIGY Agrochemicals, R & D Division, di Research Station, Jatisari, Jawa Barat, yang menyatakan : Spora cendawan pathogen yang tergeletak pada helaian daun, tidak bisa berkutik, bila tidak ada selapis air meliput permukaan helaian daun tersebut. Bila, karena hujan, tampyas, atap greenhouse bocor, menyiram air, “overhead sprinkler”, hingga daun terbasahi selapis air, maka spora tadi pecah, dan muncullah zoospora, yang dengan flagella/pecut-nya berenang-renang mencari tempat menetap yang genah, biasanya di legokan di permukaan daun. Mulailah zoospora tadi berkecambah, dengan mengeluarkan tabung kecambah, yang semakin memanjang. Di ujung tabung, kecambah tadi menancapkan diri ke dalam lamina/helaian daun, disusul dengan pembentukan “apresiori”, jangkar/anchor, untuk memantapkan tancapan ke dalam mesophyl daun. Sedikit dibelakang apresiori dibuatlah “taji”, untuk menembus kutikula dan epidermis daun. Mulailah terbentuk “hypha”, benang awal cendawan, yang memanjang, kemudian bercabang-cabang dan menjadi “mycelia”/benang cendawan. Ujung benang menembus epidermis/kulit sel dan di dalam sel membentuk “haustoria”, alat penyedot untuk menyantap sitoplasma sel. Sel menjadi kosong mati, hitam, disusul kematian seluruh tanaman. Antar-waktu zoospora menetas hingga terbentuknya hypha ialah 7 ½ - 8 jam. Kata konci ialah, bila kita bisa menjaga basahnya daun tidak melebihi katakanlah 7 jam, maka spora tidak bisa berkutik dan bergiat, dan tanaman selamanya akan terhindar dari serangan penyakit cendawan. Kata konci lainnya ialah bahwa daun jangan pernah terbasahi. Bertanilah dalam greenhouse, jaga tidak pernah bocor, sisi tertutup kasa/screen supaya bebas tampyas, pintu otomatis menutup kembali, wilayah bebas kabut tebal, dsbnya. Pendekatan menyeluruh meliput juga : Bertani dengan matahari penuh, supaya tanaman kuat. Gunakanlah EC yang tinggi, misalnya 2,5 mS, dengan “flowrate”/curah yang besar, yang pada NFT ialah 2 l/menit/talang. Ramuan A-B mix, N-totalnya turunkan menjadi 160 ppm. N-nitrat 150 ppm. N-amonium 10 ppm. P tingkatkan menjadi 80 ppm. K tingkatkan menjadi 300 ppm. Ca tingkatkan menjadi 160 ppm. Mg tingkatkan menjadi 600 ppm. Gunakan pH 6,0! Temperatur 27 oC. Kelembaban 70 %. Tandon larutan pupuk sembunyikan dari sorotan matahari. Semoga sukses.

No comments:

Post a Comment