Sunday, November 27, 2016
ANATOMI DAN FISIOLOGI TANAMAN PADA BUDIDAYA HIDROPONIK.
ANATOMI DAN FISIOLOGI TANAMAN PADA BUDIDAYA HIDROPONIK.
Bila anatomi/bentuk tanaman diketahui, ditambah didalami fisiologi serta manfaatnya, maka akan memudahkan kita menganalisa, bila terjadi suatu penyimpangan pada pertanaman, yang diperkirakan akan menurunkan produksi. Akan cepat kita terbantu mencari solusinya, sehingga kerugian dapat dibatasi.
Contohnya, terlihat daun pucuk berwarna pucat kekuningan, sedangkan daun yang dibawahnya pucat juga, tetapi tulang daunnya masih agak hijau. Dengan cepat kita mengenalinya sebagai “chlorosis”, defisiensi ferrum, kahat zat besi. Dicari sebabnya, dengan memajukan pertanyaan mengenai pupuk apa yang telah digunakannya. Dari jawabannya kemudian ditarik kesimpulan, bahwa kandungan unsur ferrum dalam pupuknya terlalu rendah, dan menjadi penyebab klorosis tersebut.
Tidak selamanya penarikan kesimpulan sedemikian mudahnya. Mungkin ada penyebab lain, dengan kesimpulan yang sama. Marilah kita tinjau dengan seksama.
Terlihat tanaman keseluruhannya agak pucat, pertanda mengalami “etiolasi”, kekurangan cahaya matahari, sehingga pembentukan klorofil/butir-hijau-daun tidak cukup banyak. Sebabnya ialah tanaman ditempatkan ditempat yang kurang cahaya langsung, sehingga klorofil yang terbentuk kurang jumlahnya dan tidak sempurna kualitasnya. Foto-sintesa asimilasi karbohidrat akibatnya tidak berlangsung banyak, sehingga karbohidrat yang terbentuk juga tidak seberapa.
Padahal karbohidrat merupakan bahan baku untuk proses respirasi/pernafasan, yang bertujuan menghasilkan energi, yang a.l. berguna untuk menyerap unsur hara nutrisi, a.l. ferrum.
Ferrum adalah unsur yang berat, dengan berat atom sebesar 57. Tanaman yang energi-nya tidak seberapa, tidak sanggup mengangkat, menyerap dari media-tanam, masuk ke akar, mendorongnya via xylem, arah ke tajuk! Ion ferrum diperlukan untuk pembentukan klorofil.
Karena tanaman kurang berenergi, maka yang sampai ke daun di tajuk jumlahnya kurang, sehingga daun yang terbentuk tidak hijau, berwarna pucat kekuningan saja. Akibatnya terlihat gejala “chlorosis”, mirip “lesu darah” pada manusia yang kekurangan ferrum.
Solusinya : Semprotkan 1 gram FeEDTA/10 l air, dan banjurkan pada media-tanamnya. Tanaman akan pulih hijau dalam beberapa hari! Beri cahaya matahari yang melimpah, tanpa peredaman! Kemudian chlorophyl/klorofil/butir hijau daun ditingkatkan jumlah dan kualitasnya, dengan menggunakan unsur hara nutrisi Mg, magnesium, semisal Magnesium sulfat, MgSO4
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment