PERAN MATAHARI MEMANISKAN MELON.
Ketika membicarakan peran Mg dalam memaniskan melon, kita menyinggung proses foto-sintesa yang menghasilkan glukosa, yang adalah "simple sugars", yang adalah karbohidrat, dan tidak lain adalah gula, yang membuat melon manis. "Foto" = cahaya, jadi yang berasal dari matahari.
Cahaya matahari dalam rangka memaniskan melon, sebaiknya dibagi dua pengertian. Pertama : "exposure time", lamanya penyinaran. Pulau Jawa yang berada sekitar 6 o lintang Selatan, kisaran lamanya penyinaran matahari adalah 11,5 - 12,5 jam. Kalau berada pada khatulistiwa/equator, maka pada tanggal 20 -21 Maret atau September, matahari pas di atas ubun-ubun, dan kisaran pembagian waktu adalah siang/malam = 12/12.
Tapi ... sering terganggu, misalnya adanya kabut di pegunungan, yang menyebabkan cahaya menerangi bumi hanya beberapa jam saja. Begitu pula bila awan berarak berlalu, maka berkurang lagi. Apalagi bila hujan yang terus menerus seperti dicurahkan dari langit, maka lamanya penyinaran/exposure time pada hari itu turun menjadi 0 jam!
Kalau matahari bersinar cerah, maka intensitas penyinaran adalah sekitar 10.000 fc (footcandles); kadang kalau sedang cerah betul, bisa mencapai 12.000 fc. Di negara Timur Tengah intensitas cahaya matahari 14.000-lah yang menyebabkan kurma bisa berbuah dan manis sekali. Tetapi ... sering terganggu! Awan tebal lewat, intensitas tinggal 2.000 fc. Hujan menggelapkan bumi, intensitas turun lagi, Kabut , turun lagi. Apalagi hujan, sehingga intensitas turun menjadi nol fc.
Lamanya penyinaran X Intensitas cahaya = energi yang jatuh di permukaanbumi, dengan satuan parameter "youle". Singkatnya : Semakin besar tanaman melon mendapat youle, semakin manis melonnya.
Cahaya matahari dalam rangka memaniskan melon, sebaiknya dibagi dua pengertian. Pertama : "exposure time", lamanya penyinaran. Pulau Jawa yang berada sekitar 6 o lintang Selatan, kisaran lamanya penyinaran matahari adalah 11,5 - 12,5 jam. Kalau berada pada khatulistiwa/equator, maka pada tanggal 20 -21 Maret atau September, matahari pas di atas ubun-ubun, dan kisaran pembagian waktu adalah siang/malam = 12/12.
Tapi ... sering terganggu, misalnya adanya kabut di pegunungan, yang menyebabkan cahaya menerangi bumi hanya beberapa jam saja. Begitu pula bila awan berarak berlalu, maka berkurang lagi. Apalagi bila hujan yang terus menerus seperti dicurahkan dari langit, maka lamanya penyinaran/exposure time pada hari itu turun menjadi 0 jam!
Kalau matahari bersinar cerah, maka intensitas penyinaran adalah sekitar 10.000 fc (footcandles); kadang kalau sedang cerah betul, bisa mencapai 12.000 fc. Di negara Timur Tengah intensitas cahaya matahari 14.000-lah yang menyebabkan kurma bisa berbuah dan manis sekali. Tetapi ... sering terganggu! Awan tebal lewat, intensitas tinggal 2.000 fc. Hujan menggelapkan bumi, intensitas turun lagi, Kabut , turun lagi. Apalagi hujan, sehingga intensitas turun menjadi nol fc.
Lamanya penyinaran X Intensitas cahaya = energi yang jatuh di permukaanbumi, dengan satuan parameter "youle". Singkatnya : Semakin besar tanaman melon mendapat youle, semakin manis melonnya.
No comments:
Post a Comment