Tuesday, November 29, 2016

KORELASI UKURAN TALANG DENGAN TANAMAN YANG DITANAM.


Bila pada NFT, Nutrient Film Technic, Hidroponik Talang Landai, kita menggunakan talang-hujan rumah-tangga, terbuat dari PVC, panjang 4 m, yang ukuran dasarnya 11 cm, bisa dengan mudah menanam kangkung, bayam, selada keriting. Tetapi Romaine lettuce, yang ukurannya besar dan tinggi, mungkin akan sedikit sulit untuk memeliharanya hingga umur lanjut, dan terpaksa di panen lebih awal.
Belakangan ini banyak talang, atau sering disebut "gully", yang siap pakai didatangkan dari luar negeri. Di dalam negeri juga ada kabar bahwa ada yang akan mulai membuatnya, tetapi terhalang dengan kuantitas yang harus dipesan. Potongan melintangnya berbentuk trapezium, dengan lubang tanam di atasnya , dengan garis tengah sekitar 3,5 cm, jarak antar lubang tanam 15 atau 20 cm. Ada pula yang berbentuk empat persegi panjang, dengan panjang 6 
meter.
Saya pribadi naksir menggunakan talang-hujan, yang lebar dasarnya 17 cm dan 27 cm, yang terlihat di toko bahan bangunan di Duren Sawit, Kali Malang, Jakarta Timur. Dengan talang yang demikian lebarnya, leluasa sekali menamam cherry tomato hingga umur 9 bulan. Hal ini juga memungkinkan untuk mendua-cabangkan tanaman tomat tersebut, dan memelihara hingga panjang tanaman itu 16 meter. Walau satu butir benih harganya mahal, bila bisa memelihara untuk jangka panjang dan menghasilkan belasan kilogram buah per pohonnya, pulang modallah kita. Ini hanya karena lebar talangnya istimewa. Sekarang sedang difikirkan modifikasi konsep ini, yang bisa dan mudah diterapkan di kondisi dalam negeri kita.

PERANAN PROSES RESPIRASI TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN.

Di dalam sel tanaman ada badan yang bernama “mitochondria”, yang bertugas melakukan proses respirasi atau pernafasan, untuk menghasilkan energi. Di dalam sel, energi tadi digunakan untuk memutar-mutar sitoplama, untuk meratakan distribusi karbohidrat ke seluruh luasan sel. Kemudian di dalam sel tadi, ada suatu badan yang bernama “ribosom”, yang menampung karbohidrat, dan mensintesakan dengan amina, kemudian dengan sulfur, membentuknya menjadi protein. Protein merupakan bahan bangunan membentuk dan pertumbuhan body-nya tanaman. 
Energi yang dihasilkan respirasi digunakan untuk merekahkan bunga dari kuncup menjadi bunga mekar sempurna, pertumbuhan ujung akar, pertumbuhan ujung ranting, mengeluarkan tunas dari ketiak daun, menengadahkan bunga ke arah matahari, dsbnya. 
Bahan bakar untuk menghasilkan energi adalah terutama karbohidrat, yang dihasilkan oleh proses fotosintesa, menggunakan energi dari gelombang cahaya matahari, yang diikatnya dalam bentuk energi kimia, diawali dalam bentuk glukosa, karbohidrat yang “simple sugars”, yang kandungan energinya tidak seberapa besar, tetapi yang sudah bisa digunakan untuk bahan respirasi/pernafasan, untuk menghasilkan energi, walaupun kecil. Bisa juga digunakan untuk membuat epidermis sel, sitoplasma, nukleus/inti sel, dan ikatan-ikatan organis lainnya. Semua ikatan organis ini dapat dikenali dengan adanya huruf C, karbon, dalam rumus kimianya. 
Bila kita beri unsur hara P, misalnya dalam bentuk phosphat, maka proses fotosintesa yang sama akan menghasilkan karbohidrat yang kandungan energi-nya besar sekali, dan dinamakan ATP, adenosine tri phosphate. Ini awal mulanya diperlukan nutrisi. 
Bila ATP direspirasikan untuk menghasilkan energi, maka energi yang dihasilkan a.l. digunakan untuk mensintesakan 80 % dari jumlah ATP, dengan ikatan yang mengandung unsur hara nutrisi N, yang bernama amina, dan terbentuklah asam amino, bahan dasar pembuatan protein. Proses ini bisa berlangsung dengan bantuan energi cahaya matahari, di antaranya gelombang pendek cahaya ultra violet, yang tidak kasat mata. 
Energi yang terbentuk juga digunakan untuk mensintesakan asam amino dengan sulfat, untuk menjadikannya berbagai bentuk protein. Proses ini dinamakan asimilasi protein, dan protein digunakan untuk membuat pertumbuhan sel, kemudian jaringan (tissue), dan organ tanaman, semisal daun, ranting, dahan, bunga, buah, akar dsbnya. Tanaman tumbuh membesar, hingga akhirnya mencapai masa layak panen.

BEBERAPA KELEMAHAN BUDIDAYA HIDROPONIK.

Kita biasanya senang bila disuguhi ceritera angin surga, padahal dalam kenyataannya, mempunyai kebun hidroponik banyak memberi kepusing- an, dan tidak bisa dibuat menjadi sederhana seperti yang kita inginkan. 
Budidaya hidroponik padat modal, mengingat diperlukannya green- house yang harus memenuhi banyak persyaratan, dan harganya ratusan ribu rupiah per m2. Tanpa greenhouse yang wajar, hama dan penyakit tanaman akan meludeskan pertanaman kita, dan kita panen hanya sisanya saja.
Hidroponik padat pengetahuan tingkat tinggi, memerlukan sin- kronisasi banyak disiplin ilmu yang canggih, yang harus dipatuhi secara konsisten sepanjang masa produksi. 
Juga diperlukan kemahiran pengelolaan, mengatur lay-out kebun, instalasi produksi, logistik sarana produksi, pembinaan dan pengawasan sumber daya manusia, pemantapan dan pengawasan kualitas produk, marketing, financing, dan administrasi keseluruhan.
Juga haruis diantisipasi tiap perubahan iklim, cuaca, maupun mikro-klimat kebun, yang begitu banyak mempengaruhi proses produksi, misalnya curah hujan dan pembagiannya sepanjang tahun, kelembaban, lamanya penyinaran dan intensitas penyinaran cahaya matahari, tem- peratur, angin, elevasi dlsbnya.
Belum lagi persoalan detail teknis perawatan pertumbuhan pertanam- an, misalnya mengenai larutan pupuk A-B mix, EC, pH, temperatur larutan, oksigen-terlarut, fluktuasi kebutuhan tanaman akan kation dan anion, masa vegetatif dan generatif, dlsbnya.
Marketing juga fluktuatif, dan perencanaan delivery kepada pelanggan harus dibuat untuk jangka waktu 3 bulan, sebulan, seminggu dan hari- hari dalam seminggu, pada waktu pengantaran dan volume yang sudah disetujui dengan fihak penerima.
Dan ... last, but not least ... adalah penagihan pembayaran atas komoditas yang telah kita serahkan berminggu-minggu atau bulan yang lalu. Di situ barulah terlihat "bottom line" apakah perusahaan angka hasil usahanya merah atau hitam, rugi atau untung. Barulah kita bisa bernafas lega.

Sunday, November 27, 2016

STERILISASI AIR dengan merakit generator ozone sendiri

STERILISASI AIR dengan merakit generator ozone sendiri....
Membuat Generator Ozon untuk Sterilisasi Air Artikel dari blog :"Dalam hal desinfeksi / sterilisasi air, teknologi Ozon paling unggul dan sangat efektif. Ozon dapat menghancurkan kuman, bakteri, virus, jamur, spora, kista, lumut dan zat organik lainnya. Selain itu, juga dapat menetralisir zat inorganik / mineral yang berlebihan / beracun. Penggunaan Ozon tidak menghasilkan zat sisa yang membahayakan kesehatan. Bahkan sebaliknya, akan menambah kadar oksigen dalam air sehingga lebih segar dan sehat.Selain itu, Teknologi Ozon juga digunakan untuk meningkatkan kualitas air di danau / tambak / sungai yang tercemar, dan pengolahan limbah pabrik. Ozon juga menghilangkan bau tak sedap di pabrik / rumah / kantor / mobil seperti bau asap rokok, bau cat, bau karpet baru dsb. Pengobatan ikan dalam akuarium juga telah menggunakan teknologi ozon. Kolam renang dan spa modern menggunakan ozon untuk menjernihkan dan membunuh kuman. Karenanya, iritasi mata / mata merah sehabis berenang tidak lagi menjadi masalah.Aplikasi teknologi ozon yang lain misalnya dalam industri pengolahan daging, dan proses pengawetan buah dan sayur dalam pengiriman. Daging, buah dan sayuran tersebut disimpan dalam udara berOzon dan dicuci dengan menggunakan air yang berozon untuk mengurangi efek zat-zat beracun seperti pestisida / herbisida, untuk meningkatkan penampilan dan kesegaran, dan untuk memperlambat pembusukan. Karena sifatnya yang alami dan ramah lingkungan, penggunaan Teknologi Ozon akan terus berkembang dengan pesat. Ozon, hal sederhana yang mempunyai manfaat besar."
Ozon dikenal dengan O3 terbentuk dari pengabungan unsur O2 (Oksigen) dengan bantuan listrik teganggan tinggi, di alam pembentuk Ozon adalah petir, sehingga petir sangat bermanfaat agar lapisan pelindung bumi tidak bolong.Disini tegangan tinggi diperoleh dari coil pengapian motor ( bukan coil mobil ), di bengkel harga termurahnya, rp.25rb dan sumber listriknya dari driver coil KU4-IGN
Instalasi generator ozon sederhana
Bahan :- Toples Kaca, dengan tutup plastik- Potongan kaca 4cm x 10cm tebal 5-10mm- Kawat kasa nyamuk aluminium- Aerator aquarium, yang paling murah rp.15rb
Cara :- Potongan kaca kita tempeli kawat kasa di tengah2 dan lakukan pengeleman, dengan lebar 2cm x 8cm dikedua sisi ( tidak terhubung singkat, bisa dilekatkan dengan lem alteco / lem G )- Ikat kabel pada kawat kasa penghantar tadi, kemudian rekatkan mengunakan lem stik, alteco,lem G, lem epoxy atau apa saja, tidak harus melekat sempurna, bila disolder akan lebih baik- Lubangi tutup toples 2 buah sebesar kabel yg dipergunakan dengan jarak 2 cm atau lebih.- Masukan potongan kaca kedalam toples, keluarkan kabel dari lubang di tutup toples lem agar tidak bocor, potongan kaca boleh dilem di dasarnya, tutup toples dengan rapat. Hubungkan satu kabel dengan kabel keluaran coil dan yang satu lagi dengan body coil- Buat 2 lubang seukuran selang udara aerator aquarium, masukan selang satu sampai dasar toples, dan yang lainya masuk 1 cm dari tutup toples, lem agar tidak bocor.- Hubungkan selang yang masuk 1 cm dari tutup toples dengan aerator aquarium, dan nyalakan- Hidupkan KU4-IGN, tunggu hingga ada aroma menyengat dari slang keluaran, masukan selang kedalam bak air yang akan disetirilkan, bisa ditambah pemecah gelembung ( terbuat dari pasir ) sehingga gelembuang menjadi kecil2 dan banyak.
Selamat mencoba.....
Telah di bahas fungsi ozon dan pembuatan generator ozon model toples
Dari cara pembentukanya ozon di bentuk dengan 2 cara :
1.Paparan sinar Ultra Violet (UV) Sinar UV dengan panjang gelombang tertentu, akan menghasilkan ozon dengan kapasitas yang besar. Ozon pelindung bumi terbentuk dengan cara ini, saat oksigen bereaksi dengan sinar UV, maka oksigen dengan ikatan 2 atom akan terurai dan membentuk ikatan 3 atom, ikatan ini tidak setabil dan cenderung mencari keseimbanganya, dengan ketidak setabilanya ini ozon menjadi mudah bereaksi.Ozon memiliki sifat menahan sinar UV, sehingga salah satu cara pengukuran kadar UV dilakukan dengan cara mengukur intensitas UV yang dilewatkan melelui ozon
2.Radiasi listrik tegangan tinggiUdara diantara loncatan listrik teganggan tinggi akan terurai dan terbentuk oksigen ikatan 3 atom, bila dibandingkan dengan pembentukan cara UV, cara ini menghasilkan ozon dengan jumlah lebih kecil
Gambar diatas adalah pembuatan generator ozon yang lebih sederhana dan tidak memerlukan peralatan yang rumit.Dalam percobaan ini memang tidak mengukur kadar Ozon / O3 yang dihasilkan, pengamatan ozon yang dihasilkan hanya berdasar parameter berupa aroma gas yang dihasilkan di saluran output.Dari parameter aroma, aroma ozon yang dihasilkan berkelanjutan dan berbau kuat dengan aliran udara yang berasal dari aerator / kompresor aquarium kecil dengan aliran udara +/- 3L/menit ( menurut spesifikasi di box kemasan )
Peralatan yang dipergunakan :1.Driver coil KU4-IGN2.Coil motor ( bisa dengan jenis dan merek apapun harga 25-30 rb )3.Aerator / kompresor udara aquarium ( dipakai di aquarium untuk menghasilkan gelembung2 udara harga 20 rb untuk ukuran kecil )4.Tabung reaksi kimia ( beli di toko alat2 kimia harga 10 rb merek pyrex, 7rb tanpa merek ) bisa memakai botol atau peralatan lain berbahan kaca. Kunci keberhasilan generator ozon adalah bahan kaca sebagai pembatas elektrode positif dan elektrode negatif5.Aluminium foil / kertas gerenjeng rokok ( bagian dalam rokok ) bisa juga dengan isolasi aliminium, alternatif lain dengan kabel yang dililitkan pada bagian luar tabung sebagai elektrode negatif6.Kawat jemuran atau batang logam sebagai elektrode positif7.Plastisin / Malam mainan anak2 untuk penutup kedap ( harga 5 rb dapat banyak ), bisa di ganti dengan sabun mandi batangan yang ditumbuk atau untuk generator permanen menggunakan lem silikon yang biasa dipakai untuk membuat aquarium, di toko material 7,5 rb untuk ukuran kecil. Dengan lem silikon generator menjadi lebih kuat, bebas bocor walaupun terkena getaran dan tekanan tinggi, jangan khawatir generator juga masih bisa dibongkar lagi.8.kabel listrik9.isolasi plastik / kertas atau perekat jenis lain sesuai kreativitas kita10.Slang / pipa plastik untuk mengalirkan udara, diameter pipa yang dipergunakan adalah 1/2 dari diameter tabung reaksi/tabung generator, boleh lebih besar sedikit tapi jangan lebih kecil
Perakitan :1.Potong kawat jemuran sesuai kebutuhan2.Liliti ujung dengan kertas atau isolasi ( ukuran +/- 1cm ) membentuk silinder dengan diameter
Operasi :1.Hidupkan aerator2.Hidupkan driver KU4-IGN(akan terdengan suara di tabung reaksi dan pipa plastik output tercium aroma menyengat berupa ozon)
Perhatian :- Jangan terlalu lama menghirup gas output secara langsung saat generator bekerja, ozon merupakan racun bila terhirup berlebihan karena merupakan oksigen radikal bebas yang dapat merusak sel2 seperti saat ozon membunuh bakteri dan virus- Dengan supply udara yang memiliki kandungan air, N2, O2, CO2, CO, etc... ada kemungkinan akan terbentuk endapan nitrat dan karbon dalam jumlah yang kecil di dalam tabung reaksi
Aplikasi :1.Serilisasi air minum, aquarium, dll2.Pembunuh virus dan bakteri dalam udara ( aplikasi plasma dengan fan )3.Meningkatkan kandungan oksigen dalam air ( aquarium, hydroponik, dll )


Dalam hal desinfeksi / sterilisasi air, teknologi Ozon paling unggul dan sangat efektif. Ozon dapat menghancurkan kuman, bakteri, virus, jamur, spora, kista, lumut dan zat organik lainnya. Selain itu, juga dapat menetralisir zat inorganik / mineral yang berlebihan / beracun. Penggunaan Ozon tidak menghasilkan zat sisa yang membahayakan kesehatan. Bahkan sebaliknya, akan menambah kadar oksigen dalam air sehingga lebih segar dan sehat.
Selain itu, Teknologi Ozon juga digunakan untuk meningkatkan kualitas air di danau / tambak / sungai yang tercemar, dan pengolahan limbah pabrik. Ozon juga menghilangkan bau tak sedap di pabrik / rumah / kantor / mobil seperti bau asap rokok, bau cat, bau karpet baru dsb. Pengobatan ikan dalam akuarium juga telah menggunakan teknologi ozon. Kolam renang dan spa modern menggunakan ozon untuk menjernihkan dan membunuh kuman. Karenanya, iritasi mata / mata merah sehabis berenang tidak lagi menjadi masalah.
Aplikasi teknologi ozon yang lain misalnya dalam industri pengolahan daging, dan proses pengawetan buah dan sayur dalam pengiriman. Daging, buah dan sayuran tersebut disimpan dalam udara berOzon dan dicuci dengan menggunakan air yang berozon untuk mengurangi efek zat-zat beracun seperti pestisida / herbisida, untuk meningkatkan penampilan dan kesegaran, dan untuk memperlambat pembusukan. Karena sifatnya yang alami dan ramah lingkungan, penggunaan Teknologi Ozon akan terus berkembang dengan pesat. Ozon, hal sederhana yang mempunyai manfaat besa

GARAM ANORGANIS UNTUK MERAMU PUPUK HIDROPONIK.

GARAM ANORGANIS UNTUK MERAMU PUPUK HIDROPONIK.
Garam anorganis yang dipakai dalam meramu pupuk hidroponik dipilih yang mengandung unsur hara makro N, P, K, Ca, Mg, S, yang esensial, mutlak dibutuhkan dalam jumlah banyak, untuk membentuk tubuh tanaman, dalam rangka produksi yang tinggi kuantitas dan kualitasnya. Diperlukan pula unsur hara mikro Fe, Mn, Cu, Zn, B, Mo, yang juga esensial, mutlak dibutuhkan walau dalam jumlah kecil, dan kebanyakan berperan sebagai enzym. 
Deretan unsur itu ditambah Na, Si, dan Cl, dan dianggap sebagai “beneficial elements”, unsur yang menguntungkan. Na dapat menjadi pengganti K, pada lahan yang miskin K, dengan gejala pelepah daun kelapa terkulai. Petani memupuknya dengan garam dapur NaCl, supaya pelepah yang berikutnya tegak. Si, silikat, memperkuat jaringan tumbuhan, sehingga penyakit cendawan tidak bisa menyerang. Cl, chlor, patut ditakuti dan dihindari, karena dapat mengganggu rumah-tangga-air jaringan tanaman, terbentuknya sel-sel raksasa, penuh dengan air, merusak konsistensi sel, menyebabkan produk hambar tanpa rasa. 
Unsur-unsur hara itu setelah masuk ke dalam tubuh tanaman, selalu berubah bentuk, menjadi protein, lemak, dsbnya, dan jangan disangka mereka bergentayangan lepas sebagai unsur individual. Biasanya unsur-unsur itu dikumpulkan di vakuola didalam sel, menanti diproses oleh ribosom yang juga berada dalam sel, untuk menjadi protein, jaringan/tissue, organ/alat tubuh, dsbnya

macam macam sistem budidaya hidroponik


BEBERAPA SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK. 
1. Menggunakan media, misalnya : 
a) Tanah. Kelemahannya ialah banyak mengandung bibit penyakit cendawan dan bakteri atau cyste/kista-nya, yang setelah beberapa bulan akan meledak penyakitnya. Juga banyak mengandung benih gulma, yang sewaktu-waktu akan muncul. Kadang mengandung bibit hama, misalnya ulat tanah Agrotis, dan beberapa jenis nematoda, a.l. Meloidogyne.
b) Pasir. Sudah ditinggalkan, karena mahal, sukar didapat, mahal transportasinya, tinggi biaya penyebarannya di kebun, berat, padat, kecil rongga udaranya, kompak padat menyulitkan pertumbuhan akar.
c) Humus, Kompos. Hanya baik bagi tanaman yang ditumbuhkan secara vegetatif saja, misalnya sayuran daun : bayam, caysim, kangkung, pakchoy, kailan, selada. 
d) Cocopeat, gambut bubuk sabut kelapa. Kandungan saponinnya tinggi, kadang2 > EC 3,0 mS/cm, sehingga kurang peluang untuk memberi pupuk, tanpa melampaui batas phyto-toksisitas. Harus dicuci dgn air mengalir, hingga EC saponin-nya 0,0 - 0,5, tergantung tanaman yang akan ditanam apakah tanamannya sukulen atau berkayu. 
e). Arang sekam. Bila tidak musim panen padi, maka sekam sukar didapat. Bila dibuat sendiri, karena teknologi pe,buatannya mudah.

2. Menggunakan media air.
a) NFT – Nutrient Film Technic – Hidroponik Talang Landai. Menyontek NFT dan greenhouse, buatan Belgia, yang diimpor siap-pakai, milik almarhum Ir Sunarto di Jln Semboja, Margonda, Depok, thn 1983, saya membuat versi lokal dengan menggunakan talang hujan rumah tangga. Talang dengan kelandaian tangens 5 %, larutan nutrisi mengalir dengan ketebalan 3 – 4 mm, menjadikannya kaya oksigen-terlarut, karena riak yang bergulung-gulung berhubungan langsung dengan udara. Sistem NFT ini sangat populer!
b) DFT – Deep Flow Technic – Hidroponik Talang Datar. Kedalaman air dipertahankan pada kedalaman tidak lebih dari 8 cm, supaya beban tidak terlampau berat bagi talang. Air masuk pada ujung yang satu dan keluar melalui lubang pada ketinggian 8 cm pada ujung yang lain. Aerasi pada sistem ini kurang sempurna, sehingga sulit untuk mencapai produksi yang tinggi.
Antara styrofoam yang dipasang pada ketinggian 10 cm, dengan permukaan air pada ketinggian 8 cm, ada rongga udara setebal 2 cm, untuk aerasi. 
c). Floating Raft Technic – Hidroponik Rakit Apung. Kolam dengan kedalaman 40 cm, diisi larutan nutrisi setebal 30 cm, diapungi styrofoam tebal 3 cm, diberi berpuluh lubang tanam, ditanami anak semai sayuran daun, dengan akarnya menjuntai ke dalam larutan nutrisi. Dengan blower ditambahkan udara ke dalam tandon, untuk meningkatkan kadar oksigen-terlarut. Pengelolaan instalasi sangat mudah.

3. Menggunakan media air dan tanah/lumpur.
a) Hidroponik Pasang Surut – Ebb and Flood. Biasanya digunakan dalam produksi tanaman hias dalam pot. Pot diletakkan dalam bak dan kaki pot digenang oleh larutan nutrisi setinggi 4 – 8 cm, selama beberapa menit, kemudian larutan dialirkan keluar kembali secara gravitasi, dilakukan sekali dalam beberapa hari. Pot berisi media, biasanya tanah bercampur bahan organis. Tinggi larutan perendaman harus dibatasi, untuk mencegah media mengapung dan merubuhkan tanaman. 
b) Hidroponik perendaman. Sawah adalah suatu sistem hidroponik perendaman, dengan air mengalir lambat-lambat, didorong oleh debit air pada inlet sebesar 1 liter/hektar/detik, suatu jumlah yang besar. (Dikecualikan : Sawah tadah hujan, yang mendapat pasokan air dari hujan, dan air dipertahankan di lahan itu selama mungkin.)

4. Menggunakan udara sebagai media
Aeroponik . Anak semai yang ditancapkan ke dalam lubang tanam, yang dibuat pada sehelai styrofoam, akarnya bergelayutan bebas ke bawah. Diliput oleh kabut butiran halus larutan nutrisi, melalui sprinklers yang digerakkan oleh pompa tekanan tinggi, secara terus menerus tanpa henti, akar bermandikan butiran halus, yang kandungan oksigen-terlarutnya sangat tinggi, yang sangat menunjang proses respirasi. Larutan yang tidak mengenai akar dikumpulkan dan dialirkan kembali ke tandon/reservoir larutan nutrisi, untuk re-sirkulasi. Dihari depan sistem aeroponik akan banyak diterapkan unuk memproduksi bibit induk kentang, dan karenanya kita sudah harus mulai fokus pada teknik aeroponik. Percobaan yang berhasil baik telah pula dilakukan terhadap aeroponik produksi bunga potong Chrysanthemum/krisan dan Lily. Umur tanaman dapat direduksi dari 12 minggu menjadi 8 minggu. Jumlah kuntum bunga yang mekar serempak dapat ditingkatkan dari dua menjadi tiga kuntum. Kecerahan warna dan aroma dapat pula ditingkatkan sedikit.

Foto sintesis pada buah melon yang sudah dipetik


PERAN MATAHARI MEMANISKAN MELON.

Ketika membicarakan peran Mg dalam memaniskan melon, kita menyinggung proses foto-sintesa yang menghasilkan glukosa, yang adalah "simple sugars", yang adalah karbohidrat, dan tidak lain adalah gula, yang membuat melon manis. "Foto" = cahaya, jadi yang berasal dari matahari.
Cahaya matahari dalam rangka memaniskan melon, sebaiknya dibagi dua pengertian. Pertama : "exposure time", lamanya penyinaran. Pulau Jawa yang berada sekitar 6 o lintang Selatan, kisaran lamanya penyinaran matahari adalah 11,5 - 12,5 jam. Kalau berada pada khatulistiwa/equator, maka pada tanggal 20 -21 Maret atau September, matahari pas di atas ubun-ubun, dan kisaran pembagian waktu adalah siang/malam = 12/12.
Tapi ... sering terganggu, misalnya adanya kabut di pegunungan, yang menyebabkan cahaya menerangi bumi hanya beberapa jam saja. Begitu pula bila awan berarak berlalu, maka berkurang lagi. Apalagi bila hujan yang terus menerus seperti dicurahkan dari langit, maka lamanya penyinaran/exposure time pada hari itu turun menjadi 0 jam!
Kalau matahari bersinar cerah, maka intensitas penyinaran adalah sekitar 10.000 fc (footcandles); kadang kalau sedang cerah betul, bisa mencapai 12.000 fc. Di negara Timur Tengah intensitas cahaya matahari 14.000-lah yang menyebabkan kurma bisa berbuah dan manis sekali. Tetapi ... sering terganggu! Awan tebal lewat, intensitas tinggal 2.000 fc. Hujan menggelapkan bumi, intensitas turun lagi, Kabut , turun lagi. Apalagi hujan, sehingga intensitas turun menjadi nol fc.
Lamanya penyinaran X Intensitas cahaya = energi yang jatuh di permukaanbumi, dengan satuan parameter "youle". Singkatnya : Semakin besar tanaman melon mendapat youle, semakin manis melonnya.

Pengaturan kadar pH pada tanaman Hidroponik


Pengaturan kadar pH pada tanaman Hidroponik

pH adalah ukuran derajat keasaman, sedang definisinya yang lebih canggih ialah : Logaritma pangkat minus 10 gramol H ! Kisarannya dari 0 hingga 14, dengan titik netral pada angka 7,0. Pada titik itu kation H+ ada satu, yang seimbang jumlahnya dengan anion OH- yang juga satu, jadi seri atau netral !
Untuk budidaya hidroponik, biasanya dipakai kisaran 5,5 hingga 6,5, dalam arti kata terendah ialah pH 5,5 dan tertinggi ialah pH 6,5. Di bawah pH 5,5 dan di atas pH 6,5, beberapa unsur mulai mengendap, sehingga tidak dapat terserap lagi oleh akar, akan menimbulkan gejala defisiensi/ kahat unsur terkait, dan pertumbuhan tanaman akan mengalami penyim- pangan.
Antara minimum 5,5 dan maksimum 6,5, ada titik optimal, yaitu pH 6,0. Dalam kenyataannya, tiap jenis tanaman menghendaki kisaran sendiri-sendiri, begitu pula pH optimalnya, walaupun beda angkanya hanya sedikit dan bisa diabaikan.
Bukan saja jenis tanaman, stadia tumbuh tanaman kadang memerlukan pH yang berbeda, misalnya pH untuk persemaian beda dengan pH untuk masa pertumbuhan vegetatif, dan berbeda pula bagi masa pertumbuhan generatif.
Tanaman pada saat tumbuh dengan "bongsor", sering kita amati akan bersamaan dengan meningkatnya pH, berarti mengarah ke alkali. Didu- ga pertumbuhan yang pesat banyak mengambil anion, sehingga kation terdapat berlebih, yang bergabung dengan anion OH- dari air, menye- babkan pH larutan pupuk A-B mix meningkat, walau tidak seberapa drastis.

UNSUR HARA MIKRO DALAM MERAMU PUPUK HIDROPONIK A-B MIX


UNSUR HARA MIKRO DALAM MERAMU PUPUK HIDROPONIK A-B MIX
Diambil ketetapan bahwa enam unsur hara mikro dianggap secara essensial diperlukan untuk kehidupan dan pertumbuhan tanaman, yaitu Fe, Mn, CU, Zn, B, dan Mo. Kebanyakan sebagai komponen pembentukan enzym, yang diperlukan untuk memacu dan memicu proses fisiologis dalam tanaman.
Fe dalam bentuk Ferro ++, karena sering bertindak antagonistik (mengganggu unsur lainnya), maka ia "dibungkus" dengan suatu "chelating agent" ber-inisial EDTA, singkatan dari "ethylene di-amine tetra acetic acid", sehingga muatan listriknya "diberangus" dan unsur Ferro tadi tidak bisa "menzalimi" unsur lainnya.
FeEDTA tetap masih dijauhkan dari unsur mikro lainnya, dan ditempatkan di pekatan/konsentrat A. Unsur Mn, Cu, Zn, B, dan Mo, yang masih dalam bentuk garam sulfat, ditempatkan di pekatan B.
Menyediakan enam unsur dalam keadaan siap pakai dan dalam jumlah yang mencukupi, sangat menyulitkan pengadaannya, karena harus belamnja di lebih dari satu tempat, dan tidak selamanya tersedia di toko yang dituju.
Suatu waktu saya bertemu dengan gabungan "micro nutrients", di mana ke enam unsur itu berada dalam suatu kemasan, dengan proporsi yang dapat saya terima dengan lega. Enam kali nimbang sekarang diganti hanya dengan sekali saja. Bertahun-tahun saya menggunakannya dan selama itu tidak saya alami keluhan apapun. Simaklah keterangan berikut.
Nama perusahaan : BASF.
Nama produk : Librel BMX.
Elemen Water soluble (%) Chelated by EDTA (%)min
Boron (as B) 0,875 As sodium borate
Copper (as Cu) 1,70 1,62
Iron (as Fe) 3.35 3,18
Manganese (as Mn) 1,70 1,62
Molybdenum (as Mo) 0,023 as sodium mollybdate
Zinc (as Zn) 0,60 0,57
Practical pH stability Range 4 - 9 (in aqueous solution)
Dengan 40 gram BMX per 1.000 liter A-B mix, didapat hasil yang optimal.
Bila Anda tetap menginginkan membuat ramuan seperti yang dahulu, maka bisa digunakan petunjuk berikut :
Micro nutrients Minimum, ppm Maximum, ppm Optimum, ppm
---------------------------------------------------------------------------------
Iron (Fe) 2,0 5,0 4,0
Manganese (Mn) 0,1 1,0 0,5
Copper (Cu) 0,01 0,1 0,05
Boron (B) 0,1 1,0 0,5
Zinc (Zn) 0,02 0,2 0,1
Molybdenum (Mo) 0,01 0,1 0,02
Dahulu saya menggunakan ramuan mikro sebagai berikut :
FeEDTA, Fe 13 % 40 g/1.000 l A-B mix di pekatan A
MnSO4.7H2O. Mn 25 % 8 g/1.000 l A-B mix di pekatan B
CuSO4.4H2O. Cu 26 % o,4 g/ "
ZnSO4.7H2O. Zn 23 % 1,5 g/ "
H3BO3. B 18 % 4,0 g/ "
Am. hepta molybd. Mo 50 % 0,1 g/ "
Rumus ini sekarang mungkin sudah dianggap "outdated", dan pantas dilupakan!

PEMUPUKAN PERSEMAIAN


PEMUPUKAN PERSEMAIAN
Banyak yang mengira bahwa persemaian tidak perlu dipupuk, karena serupa anak ayam yang baru menetas, masih bisa mengharapkan mendapat makanan dari kuning telurnya. Setelah beberapa hari kuning telurnya habis, barulah anak ayam itu memerlukan pemberian makanan, yang jumlahnya cukup sedikit saja.
Benih tanaman setelah disebar di media tanam, dan mendapat air siraman, akan mulai imbibisi, yaitu membesar setelah menyerap air. Imbibisi ini berlaku pada semua benih, apakah yang masih hidup maupun yang sudah kadaluwarsa, sehingga tidak bisa dijadikan patokan apakah benih itu masih memiliki “viability”, “keperidian”, atau sudah mati.
Benih yang awal berkecambah, akan terbukakan pintu mukanya, terbangkitkan hidup embryo-nya. Yang pertama keluar ialah hypo-kotilnya, calon akar, yang pada pangkalnya banyak muncul bulu-bulu akar putih halus. Petani di Jawa Barat menyebutnya mata-rentik.
Bila akar sudah menancapkan diri ke dalam media tanam, maka kecambah akan mendorong lepas kulit benih dan menjatuhkannya.
Pada tumbuhan dikotil, misalnya kacang tanah, muncullah dari permukaan media-tanam dua helai kotil, membuka diri lebar-lebar, menampung matahari, membentuk klorofil (chloros = hijau; phyllos = helaian daun) dan sudah mulai fotosintesa, untuk membuat karbohidrat, bahan baku untuk respirasi/pernafasan.
Bila tidak mendapat cahaya matahari, maka tumbuhan mengambil energi dari kedua helai kotil, yang merupakan gudang dan sumber karbohidrat, yang memang diciptakan untuk membekali kecambah bertahan hidup, untuk hari-hari pertama hidupnya.
Si mata-rentik dapat langsung berperan menyerap air dan nutrisi dari media persemaian, guna menunjang pertumbuhan kecambah selanjutnya. Bila media tanam mengandung bahan organik, maka hasil pelapukannya adalah kation, semisal amonium, kalsium, kalium, magnesium, dan berapa unsur hara mikro. Sedang anionnya adalah suatu rantai panjang, 15 – 30 C, yang berperan menjadi penggembur media-tanam, dan secara fisik meningkatkan keremahan, aerasi, drainase media tanam.
Alangkah baiknya, bila media persemaian diperkaya dengan pupuk anorganis, juga dalam bentuk kation, misalnya amonium, kalsium, kalium, magnesium, dan unsur-unsur mikro, misalnya ferrum, manganium, cuprum, zincum, boron, molybden.
Dalam rangka pemupukan persemaian, pemberian cahaya yang cukup harus dijamin, untuk menghasilkan anak-semai yang tangguh, dengan angka “viability”, keperidian, yang tinggi, dan dengan angka kegagalan yang rendah. Banyak penggemar hidroponik berprasangka bahwa persemaian harus remang-remang pencahayaannya, hal mana adalah salah. Berilah persemaian cahaya matahari yang leluasa, sehingga cepat anak-semai dapat membentuk klorofil, butir hijau daun, yang berguna bagi foto-sintesa karbohidrat dan protein.

Isi ulang larutan nutrisi pada system NFT

Isi ulang larutan nutrisi pada system NFT


Kapan harus mengisi ulang larutan nutrisi atau menggantinya pada sistem NFT untuk sayuran daun … ?
Dalam metode hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi seperti pada system NFT… mengisi ulang larutan nutrisi atau menambahkan larutan pada tendon/ penampung secara berkala adalah penting.., Sementara pada sistem non sirkulasi seperti fertigasi larutan nutrisi tidak digunakan kembali sehingga tidak ada pengaturan isi ulang yang diperlukan…. Setiap sistem akan memiliki kebutuhan yang berbeda berapa banyak larutan baru yang harus ditambahkan… karena akan berkaitan dengan faktor2 seperti :


- Tahap pertumbuhan tanaman
- Variasi
- Jumlah tanaman
- Total volume air dalam sistem dan
- Iklim

Tanaman dapat terus menyerap nutrisi ketika proses fotosintesis berjalan ( Adanya Cahaya ) sehingga konsentrasi/ kepekatan nutrisi dalam larutan dapat berubah setiap saat…. Pada tahap kritis konsentrasi/ kepekatan larutan nutrisi perlu diisi ulang atau diganti dengan konsentrasi yang sesuai….

Catatan apa yang harus dilakukan..: untuk mengatur KONSENTRASI/ KEPKATAN tersebut…. Jika Anda memiliki tandon besar 1000L dalam sistem hidroponik.., Anda tahu berapa banyak nutrisi harus ditambahkan, tapi dengan tendon/ penampung besara pada sistem hidroponik cukup merepotkan mengatur konsentrasi/ kepekatanya.., karena akan masih ada beberapa ratus liter air yang tersisa pada tandon nutrisi tersebut….

Jadi saran yang mudah buatlah ukuran tendon/ penampung dengan ukuran kecil missal 100 L atau 200 L… sehingga saat2 terjadi penyusutan tidak terlalu banyak sisa larutan dan memudahkan mengatur konsentrasi/ kepekatan nutrisinya… Atau proses ini sering disebut sebagai "topping up"….

Topping Up tujuannya adalah untuk menambahkan larutan baru/ isi ulang mengisi kedua bagian Nutrisi A + B dan air ketika terjadi penyusutan, karena diserap tanaman atau penguapan... Penting untuk dicatat bahwa dalam sistem sirkulasi…, ketidakseimbangan dalam pengisian nutrisi bersifat kumulatif…. Jadi, penting untuk memahami prinsip2 dasar menambah atau mengganti nutrisi dalam sistem sirkulasi ini….

Jika formulasi nutrisi terakhir tersisa sekitar ¼ volume tendon maka perlu penambahan tergantung pada faktor2 lingkungan dan kondisi tanaman…. saat musim kemarau/ panas.., dan ketika tanaman berkembang pesat, formulasi larutan dalam tendon mungkin hanya bertahan seminggu atau lebih cepat terkuras… atau pada saat pertumbuhan tanaman komposisi harus diubah….

Menambahkan formula A +B saat mengisi ulang tandon nutrisi dalam sistem hidroponik dapat menyebabkan penumpukan beberapa unsur hara/ nutrisi dalam larutan kadang dapat memberikan bacaan EC/ PPM yang tidak benar…. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi tingkat penyerapan berbagai elemen/ unsur hara... Faktor-faktor ini adalah:


- Jenis tanaman
- Tahap pertumbuhan
- Kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban dan intensitas cahaya..
Ada banyak formulasi Nutrisi saat ini yang tersedia dari berbagai produk yang dapat digunakan sebagai solusi isi ulang…, namun harus diperhatikan bahwa setiap produk memiliki rasio yang berbeda dari setiap elemen yang terkandungya ( jumlah kandungan setiap unsur hara )… jadi sebaiknya gunakan produk yang sama untuk mencegah penumpukan ion yang berlebih….

Komposisi kepekatan larutan dan analisis melalui daun harus dipertimbangkan dalam mengatur nutrisi isi ulang ini…. Komposisi larutan ditentukan oleh kebutuhan gizi dari tanaman selama tahap pertumbuhan…. Selalu menggunakan takaran mili-setara dan kemudian ukur bagian per juta (ppm) atau EC nya... selanjutnya set larutan nutrisi pada rentang pH yang baik..

Analisis daun serta perkembangan tanaman dapat jadi panduan berapa kuat atau pekat konsentrasi nutrisi yg dibutuhkan... sehingga solusi isi ulang hanya berdasarkan konsentrasi jaringan daun apakah over nutrisi atau kekurangan nutrisi

Kekurangan unsur hara dapat terjadi dengan cepat dalam sistem hidroponik…, karena tidak ada media pertumbuhan yang bertindak sebagai penyangga…

Ketika mengatur solusi isi ulang saat tahap pertumbuhan tanaman harus dipertimbangkan... Tiga tahap dasar:
- Pertumbuhan vegetatif awal.., saat ini tanaman tidak membutuhkan terlalu banyak/ tinggi kepekatan nutrisi… agar tanaman muda cepat berkembang membangun jaringan daun..

- Tahap pertumbuhan vegetatif selanjutnya, di mana pertumbuhan akan berkembang membangun jaringan daun serta batang lebih banyak… selama periode ini.., perlu isi ulang larutan dengan kepekatan berbeda…

- Tahap reproduksi pertumbuhan tanaman yang sehat akan terus meningkat di mana daun batang akan semakin membesar…tentunya membutuhkan pasokan nutrisi yang lebih meningkat.., pada saat ini konsentrasi nutrisi standar sayuran daun dengan PPM/EC optimum bisa diberikan...

Dan saat masuk masa panen.., kepekatan nutrisi setidaknya 2 hari menjelang panen larutan nutrisi dalam tandon sebaiknya di kurangi.. atau Anda cukup menambahkan air bersih tanpa nutrisi…dengan PPM di kisaran 300 - 450..., hal ini dapat membantu mengurangi jumlah kandungan nitrat pada tanaman sayuran… sehingga kualitas rasa dapat lebih baik…

KEUNTUNGAN DAN RISIKO BERHIDROPONIK BERATAPKAN LANGIT.


KEUNTUNGAN DAN RISIKO BERHIDROPONIK BERATAPKAN LANGIT.
Mengingat mahalnya dan sulitnya konstruksi greenhouse yang beratapkan plastik UV, maka pembuatan greenhouse yang terbuka atasnya dan beratapkan langit, banyak dilakukan untuk menghemat biaya investasi. Jadi pada lahan yang tersedia dibuatlah instalasi produksi dengan atap yang terbuka. Dengan demikian pembiayaan hanya tersangkut instalasi produksi saja, tanpa ada pengeluaran untuk membuat bangunan greenhouse-nya.
Di lain fihak, timbullah beberapa risiko yang harus dihadapi, yang mungkin timbul, tetapi mungkin pula tidak! Sering kita lihat pula foto-foto di dalam dan di luar negeri, di mana gully produksi berbaris rapih, dilakukan pada lahan terbuka plong tanpa ada peneduhan sedikit pun, tetapi terlihat pertanamannya mulus-mulus saja.
Dengan tiada beratap, matahari di siang hari, di musim kemarau yang cerah, mungkin in- tensitasnya mencapai 10.000 foot candles (atau 110.000 lux), akan merusak semua hormon tumbuh di tanaman, sehingga pertumbuhan akan stagnant, tidak bergerak. Jika derajat pertumbuhan = 0, maka tanaman tidak akan berpenampilan “robust”, gagah, melainkan kerdil dan tidak layak tampil!
Dengan intensitas penyinaran yang tinggi, lettuce sering menjadi “getir”, pahit, terutama batangnya. Bagian tengah pucuk tajuk menjadi bagian yang paling pahit, dan menimbulkan penolakan oleh konsumen. Intensitas matahari yang tinggi rupa-rupanya merangsang pembentukan “alkaloid” yang tersa getir itu.
Intensitas cahaya matahari yang intens, ditambah “exposure time” yang lama, menyebabkan lettuce berwarna hijau tua, sedangkan seyogyanya lettuce bernuansa hijau muda! Kecuali Romaine lettuce, yang memang “dari sono-nya” berwarna hijau gelap. Dengan mengurangi asupan unsur hara Mg sebagai inti chlorophyl, bisa dihasilkan lettuce yang tidak terlampau hijau warnanya.
Intensitas cahaya matahari yang tinggi menyebabkan proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat berjalan sangat tegas, sehingga terjadi karbohidrat banyak sekali, dan menyebabkan rasio C/N (karbohidrat/protein) sangat besar, dan tanaman cepat beralih ke fase generatif, dan menghasilkan tangkai bunga, disebut “bolting”, dan menurunkan harga penawaran di supermarket.
Hujan yang sering membasahi daun, menyebabkan lettuce peka terhadap penyakit cendawan Cercospora, penyakit cendawan mata kodok, “frog eye disease”, menyebabkan lettuce tidak layak tampil, dan terpaksa dibagikan kepada tetangga. Dengan meningkatkan asupan unsur hara Ca, P, K, Mg, dan mengurangi amonium, serangan ini bisa diperlunak.

KEBUTUHAN AIR OLEH TANAMAN

KEBUTUHAN AIR OLEH TANAMAN
Berapa banyakkah diperlukan air oleh tanaman untuk tumbuh dengan baik ? Penyerapan air dari media oleh akar umumnya karena merespons terhadap “transpirasi” oleh tanaman. Transpirasi atau “berkeringat” ialah pergerakan air di dalam tanaman, untuk mengganti air yang hilang oleh “evaporasi” atau penguapan, kebanyakan oleh daun. Memang ada juga kehilangan air, karena digunakan untuk proses foto-sintesa asimilasi karbohidrat, tetapi jumlahnya tidak seberapa.
Besarnya evaporasi disebabkan oleh beberapa faktor utama, a.l.
1. Species atau kultivar (cultivated variety) yang ditanam, dengan sifat khasnya, misalnya lebarnya daun, tipisnya daun, melengkung atau ratanya daun, sudut arahan daun terhadap ranting, tata letak berdesakannya daun.
2. Ukuran tanaman. Tanaman yang besar, jumlah luas efektif seluruh daunnya tentunya lebih besar daripada tanaman yang ukurannya kecil.
3. Umur yang berhubungan dengan kedewasaan organ tanaman. Daun, ranting, cabang yang masih muda, epidermisnya belum tebal, penguapannya besar. Organ yang sudah tua, epidermisnya sudah tebal dan kuat, kadang sudah diliputi “callus”, lapisan gabus, yang mengurangi penguapan.
4. Radiasi, terutama cahaya matahari. Radiasi semakin intens, semakin banyak kehilangan air. Gelombang cahaya bila mengenai/menyinari tanaman, berubah menjadi panas, yang menyebabkan evaporasi lebih besar.
5. Temperatur udara. Bila temperatur udara tinggi, maka temperatur tanaman juga meningkat, evaporasi untuk mendinginkan kembali tanaman, juga meningkat.
6. Kelembaban nisbah (RH, relative humidity) bila rendah, maka evaporasi tanaman meningkat, dan tanaman banyak kehilangan air.
7. Bila angin bertiup keras, terutama angin yang kering, maka evaporasi meningkat.
Terhadap setiap situasi yang mencekam, pasti ada solusi-nya, tetapi harus dipertimbangkan mana yang secara teknis lebih mudah diterapkan, dan secara finansial lebih hemat biaya! Harus segera dikerjakan, karena banyak yang bisa menyebabkan musibah yang lebih besar lagi, bila tidak secepatnya dilaksanakan.

AEROPONIK, UNTUK TANAMAN DENGAN SISTEM PERAKARAN LUAS.

AEROPONIK, UNTUK TANAMAN DENGAN SISTEM PERAKARAN LUAS. Aeroponik menggunakan teknik menyemprotkan cairan nutrisi ke sistem perakaran tanaman yang lebat. Ada tanaman yang memang sifat genetiknya perakarannya kuat, semisal kangkung, yang jika dibandingkan dengan tanaman lain, mempunyai potensi jaringan perakaran yang memang lebat. Bila kita ambil tanaman caysim, sifat akarnya tumbuh memanjang, tetapi jumlahnya tidak banyak, dan bercabang hanya sedikit. Pancaran butiran larutan nutrisi, yang walau pengkabutannya baik, luas permukaan akar yang bisa dikenai butir-butir kabut, jumlahnya tidak seberapa banyak. Secara fisik, luas sistem perakaran bisa kita rekayasa, misalnya dengan memberi sinar matahari penuh, tanpa ada yang meredamnya. Sinar matahari dengan fotosintesa karbohidratnya, dibantu pemupukan dengan unsur nutrisi phosphat, menghasilkan poly-saccharida, yang berenergi besar, memacu pembentukan akar, elongasi/perpanjangan dan percabangan akar. Luas permukaan akar meningkat, menyebabkan penerimaan kabut larutan nutrisi meningkat. Sprinkler yang memancarkan kabut, dipasang berjarak-antara 75 cm, pada slang PE (poly-ethylen), berdiameter 20 mm. Peningkatan asupan garam Magnesium-sulfat, dengan unsur nutrisi magnesiumnya, yang merupakan inti dari grana/butiran klorofil/butir hijau daun, dapat pula memacu proses fotosintesa asimilasi karbohidrat, sehingga perakaran dapat terangsang memperbanyak diri. Kalium, pemicu dan pengatur proses fotosintesa, berdaya pula mendistribusikan hasil asimilasi, serta menempatkannya di mana diperlukan, sigap menempatkan karbohidrat untuk membentuk akar. Semua ini untuk memperluas permukaan akar yang dapat dikenai dan dihinggapi oleh butir-butir kabut, yang mengantarkan nutrisi, dan yang kebetulan juga telah diperkaya oksigen-terlarutnya.Terpaculah proses respirasi, dan didapatkanlah energi yang lebih banyak, bagi keperluan tumbuh, menyerap air dan nutrisi dari media tanam.. Sebaliknya kurangilah asupan ammonium, misalnya dari ammonium-sulfat, (NH4)2SO4, ataupun Urea, CO(NH2)2, karena nutrisi ini banyak menambah daun, dan tidak bisa diharapkan banyak untuk meningkatkan volume perakaran. Dengan luasnya permukaan akar untuk menerima kabut larutan nutrisi, yang dipancarkan dari sprinkler pada budidaya aeronik. Produksi dan penampilan tanaman akan sangat terpacu, dan mengoptimalkan potensi genetik-nya!

BUDIDAYA HIDROPONIK BEBAS SERANGAN PENYAKIT CENDAWAN.

BUDIDAYA HIDROPONIK BEBAS SERANGAN PENYAKIT CENDAWAN. Bertahun-tahun berbudidaya hidroponik tanpa adanya serangan penyakit cendawan satupun, pasti tidak akan ada yang percaya. Mindset hidroponiker biasanya menyatakan bahwa tiap kegiatan budidaya hidroponik pasti ada serangan penyakit cendawannya, dan mana mungkin tanaman bebas dari serangan. Belasan tahun yang lalu saya bertemu Ir Iskandar, CIBA GEIGY Agrochemicals, R & D Division, di Research Station, Jatisari, Jawa Barat, yang menyatakan : Spora cendawan pathogen yang tergeletak pada helaian daun, tidak bisa berkutik, bila tidak ada selapis air meliput permukaan helaian daun tersebut. Bila, karena hujan, tampyas, atap greenhouse bocor, menyiram air, “overhead sprinkler”, hingga daun terbasahi selapis air, maka spora tadi pecah, dan muncullah zoospora, yang dengan flagella/pecut-nya berenang-renang mencari tempat menetap yang genah, biasanya di legokan di permukaan daun. Mulailah zoospora tadi berkecambah, dengan mengeluarkan tabung kecambah, yang semakin memanjang. Di ujung tabung, kecambah tadi menancapkan diri ke dalam lamina/helaian daun, disusul dengan pembentukan “apresiori”, jangkar/anchor, untuk memantapkan tancapan ke dalam mesophyl daun. Sedikit dibelakang apresiori dibuatlah “taji”, untuk menembus kutikula dan epidermis daun. Mulailah terbentuk “hypha”, benang awal cendawan, yang memanjang, kemudian bercabang-cabang dan menjadi “mycelia”/benang cendawan. Ujung benang menembus epidermis/kulit sel dan di dalam sel membentuk “haustoria”, alat penyedot untuk menyantap sitoplasma sel. Sel menjadi kosong mati, hitam, disusul kematian seluruh tanaman. Antar-waktu zoospora menetas hingga terbentuknya hypha ialah 7 ½ - 8 jam. Kata konci ialah, bila kita bisa menjaga basahnya daun tidak melebihi katakanlah 7 jam, maka spora tidak bisa berkutik dan bergiat, dan tanaman selamanya akan terhindar dari serangan penyakit cendawan. Kata konci lainnya ialah bahwa daun jangan pernah terbasahi. Bertanilah dalam greenhouse, jaga tidak pernah bocor, sisi tertutup kasa/screen supaya bebas tampyas, pintu otomatis menutup kembali, wilayah bebas kabut tebal, dsbnya. Pendekatan menyeluruh meliput juga : Bertani dengan matahari penuh, supaya tanaman kuat. Gunakanlah EC yang tinggi, misalnya 2,5 mS, dengan “flowrate”/curah yang besar, yang pada NFT ialah 2 l/menit/talang. Ramuan A-B mix, N-totalnya turunkan menjadi 160 ppm. N-nitrat 150 ppm. N-amonium 10 ppm. P tingkatkan menjadi 80 ppm. K tingkatkan menjadi 300 ppm. Ca tingkatkan menjadi 160 ppm. Mg tingkatkan menjadi 600 ppm. Gunakan pH 6,0! Temperatur 27 oC. Kelembaban 70 %. Tandon larutan pupuk sembunyikan dari sorotan matahari. Semoga sukses.

ANATOMI DAN FISIOLOGI TANAMAN PADA BUDIDAYA HIDROPONIK.

ANATOMI DAN FISIOLOGI TANAMAN PADA BUDIDAYA HIDROPONIK. Bila anatomi/bentuk tanaman diketahui, ditambah didalami fisiologi serta manfaatnya, maka akan memudahkan kita menganalisa, bila terjadi suatu penyimpangan pada pertanaman, yang diperkirakan akan menurunkan produksi. Akan cepat kita terbantu mencari solusinya, sehingga kerugian dapat dibatasi. Contohnya, terlihat daun pucuk berwarna pucat kekuningan, sedangkan daun yang dibawahnya pucat juga, tetapi tulang daunnya masih agak hijau. Dengan cepat kita mengenalinya sebagai “chlorosis”, defisiensi ferrum, kahat zat besi. Dicari sebabnya, dengan memajukan pertanyaan mengenai pupuk apa yang telah digunakannya. Dari jawabannya kemudian ditarik kesimpulan, bahwa kandungan unsur ferrum dalam pupuknya terlalu rendah, dan menjadi penyebab klorosis tersebut. Tidak selamanya penarikan kesimpulan sedemikian mudahnya. Mungkin ada penyebab lain, dengan kesimpulan yang sama. Marilah kita tinjau dengan seksama. Terlihat tanaman keseluruhannya agak pucat, pertanda mengalami “etiolasi”, kekurangan cahaya matahari, sehingga pembentukan klorofil/butir-hijau-daun tidak cukup banyak. Sebabnya ialah tanaman ditempatkan ditempat yang kurang cahaya langsung, sehingga klorofil yang terbentuk kurang jumlahnya dan tidak sempurna kualitasnya. Foto-sintesa asimilasi karbohidrat akibatnya tidak berlangsung banyak, sehingga karbohidrat yang terbentuk juga tidak seberapa. Padahal karbohidrat merupakan bahan baku untuk proses respirasi/pernafasan, yang bertujuan menghasilkan energi, yang a.l. berguna untuk menyerap unsur hara nutrisi, a.l. ferrum. Ferrum adalah unsur yang berat, dengan berat atom sebesar 57. Tanaman yang energi-nya tidak seberapa, tidak sanggup mengangkat, menyerap dari media-tanam, masuk ke akar, mendorongnya via xylem, arah ke tajuk! Ion ferrum diperlukan untuk pembentukan klorofil. Karena tanaman kurang berenergi, maka yang sampai ke daun di tajuk jumlahnya kurang, sehingga daun yang terbentuk tidak hijau, berwarna pucat kekuningan saja. Akibatnya terlihat gejala “chlorosis”, mirip “lesu darah” pada manusia yang kekurangan ferrum. Solusinya : Semprotkan 1 gram FeEDTA/10 l air, dan banjurkan pada media-tanamnya. Tanaman akan pulih hijau dalam beberapa hari! Beri cahaya matahari yang melimpah, tanpa peredaman! Kemudian chlorophyl/klorofil/butir hijau daun ditingkatkan jumlah dan kualitasnya, dengan menggunakan unsur hara nutrisi Mg, magnesium, semisal Magnesium sulfat, MgSO4

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN ROCKWOOL PADA HIDROPONIK

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN ROCKWOOL PADA HIDROPONIK

Batu kali Basalt, yang penuh dengan silikat, berat dan keras, dicairkan dalam tungku dengan temperatur sekitar 2500 oC, dan dengan kekutan sentrifugal dibuatlah serat-serat rockwool, yang kemudian dicetak menjadi : 1) Kubus 10 X 10 X 10 cm. 2) Batangan rockwool 100 X 15 X 7 ½ cm. 3) Lembaran/slab ukuran 120 X 60 X 5 cm. Dipotong kecil-kecil dengan berbagai ukuran, digunakan untuk media tanam persemaian dan dalam “gully”/talang, terutama pada sistem budidaya Nutrient Film Technic, Aeroponic, dan juga sebagai “slab” seukuran 100 X 20 -30 X 7,5 cm.
Sifatnya pandai memegang air, sehingga kita tidak terlampau direpotkan dengan harus menyiramnya sering sekali. Tidak mengandung unsur hara, sehingga pupuk nutrisi yang kita siramkan pada persemaian, tidak akan terubah komposisinya. Bila dicelupkan ke air murni, dan diukur air perasannya, maka EC meter akan menunjukkkan angka 0,0 mS/cm. Bila kita mengaplikasi pupuk hidroponik dengan EC tertentu, maka larutan pupuk yang terjadi tetap ber-EC sama dengan aslinya. Rockwool banyak digunakan sebagai insulator, pembungkus tabung/duct AC pada bangunan bertingkat, untuk mengalirkan udara dingin atau panas, ke tingkat bangunan yang lebih tinggi. Kadang glasswool yang digunakan sebagai insulator. Di Indonesia juga sudah diproduksi rockwool tersebut untuk keperluan duct AC, tetapi kemudian disimpangkan penggunaannya untuk keperluan hidroponik. Dengan besar hati insulator rockwool buatan Indonesia digunakan dengan luas, sebagai pengganti rockwool import bermerk dagang Grodan dan Cultilene, buatan Belanda, yang supply-nya belum teratur, dan mahal harganya. Limbah rockwool, misalnya pada pembongkaran hotel berbintang, atau bangunan bertingkat lainnya, juga masih bisa digunakan. Biasanya dibuang di Tempat Pembuangan Sampah Terakhir, kita punguti gratis dan gunakan-ulang untuk hidroponik, tanpa ada keluhan secuilpun. Dahulu ada kekhawatiran mengenai pembuangan limbah rockwool, mengingat ia terdiri dari silikat, yang tidak bisa melapuk, tetapi sekarang sudah bisa digunakan sebagai “landfill”, dan sudah bisa di-daur-ulang! Walau ‘voluminous”, besar ukurannya, tetapi karena ringan, dengan “bulk density 80 kg/m3, maka penggunaannya menyenangkan. Pada pemakaian hari pertama, mungkin terasa sedikit gatal, karena serat-serat tajam silikat menyocok kulit kita yang peka; dengan menggosok-gosok tangan di bawah kraan air, gatalnya langsung hilang!




Membuat Tanaman dengan sistem Nutrient Film technique

HIDROPONIK SISTEM
NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT)

A.    LatarBelakang
            Sejak majunya bidang pertanian, tanah selalu menjadi media  yang paling umum digunakan dalam bercocok tanam.Seiring dengan perkembangan zaman dan dipacu oleh keterbatasan lahan yang dimiliki, maupun potensi tanah yang tidak subur, maka banyak dilakukan percobaan penanaman, baik dengan pasir, sisa sekam, air, dan lain lain.
            Hidroponik merupakan salah satu alternatif bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hidroponik berasal dari kata Hydro (air) dan Ponics (pengerjaaan), sehingga hidroponik bisa diartikan bercocok tanam dengan media tanam air.Pada awalnya peenggunaan air sebagai media tanam ialah dengan pengamatan tanaman air seperti kangkung, eceng gondok, teratai, dan lain lain, sehingga kita mengenal tanaman hias yang ditanam dalam vas bunga atau botol berisi air.Pada perkembangan selanjutnya percobaan media tanam yang lain, kemudian membandingkan keuntungan dan kerugiannya, sehingga selain media tanam air (kultur air) dipakaijuga media pasir (kulturpasir) dan bahanporus (kultur agregat) seperti kerikil, pecahan genteng, pecahan batubata, serbuk kayu, arang sekam dan lain-lain.
           Ada beberapa keuntungan bercocok tanam secara hidroponik sebagai berikut.
              1) Persoalan sempitnya lahan bukan lagi menjadi masalah karena kegiatan bercocok tanam bisa                dilakukan dimanapun, baik didalam rumah, di kapal, di lahan kritis, di padang pasir, maupun di                tengah    kota yang sempit.
.            2)  Penanaman tidak tergantung musim. 
             3) Media tanam yang digunakan bisa berulang-ulang. jika penanaman hodroponik diusahakan di dalam       rumah kaca, risiko serangan hama dan penyakit menjadi relatif lebih kecil.
           4) Penggunaan pupuk lebih efisien dan efektif, tanaman mampu memberikan hasil dengan kualitas dan      kuantitas yang maksimal.
         5Bebas dari gulma yang merugikan tanaman pokok.
7        6Pertumbuhan tanaman lebih terkontrol.

Pembuatan Hidroponik Sistem Nutrient Film Technique yaitu salah satu system hidroponik dengan mengalirkan nutrisi pada sebuah talang landai. Keuntungan sistem ini adalah nutrisi yang dialirkan ketanaman akan mengalir terus menerus dan terkontrol. Dengan nutrisi yang mengalir tipis akan memudahkan nutrisi terkontak dengan oksigen, sehingga tanaman akan mendapat nutrisi dan oksigen yang segar sehingga tanaman akan bisa tumbuh dengan baik dan subur.

B.    BAHAN DAN METODE
1.   
2.      Bahan dan Alat yang digunakan
a.       Bahan
1)      Bibittanaman (selada, pakcoy, bayam, dll)
2)      Nutrisi A, B Mix
3)      Rockwool
4)      Air
5)      Cuka/air aki

b.      Alat
1)      Talang air 4 buah
2)      Pompa air
3)      Tandon air
4)      TDS
5)      Ph meter
6)      Pipaparalon
7)      Stopkran
8)      Kayu
9)      Knee paralon
10)  Sambungan T paralon
11)  TutupTalang


 CARA MEMBUAT NFT 
  

  
Bahan yang diperlukan untuk membuat NTF adalah talang air. Talang air yang berwarna putih, ataupun abu-abu.

Satu talang air kurang lebih panjangnya 4 meter.Talang berjumlah 4 buah talang air.Satu talang air dipotong menjadi 3 bagian untuk dijadikan tutup guli dan 3 buah talang air digunakan sebagai guli.

1.      Membuat Tutup Guli NFT
Untuk tutupnya, potong satu talang menjadi 3 bagian seperti gambar diatas.Kemudian buat lubang tanam menggunakan bor dan holesaw. Jarak tanam misal kita buat 20 cm dari titik tengah atau pusat lubang tanam.Tandai jarak tanam tiap 20 cm, kemudian baru bor pada masing-masing titik.

 
 2.      MembuatGuli NFT

Tiga talang yang tersisa digunakan sebagai guli.Potong ruas pertama talang menggunakan cutter pada bagian yang tumpul. Ruas pertama ini akan digunakan sebagai penopang tutup. Ruas pertama talang yang telah dipotong kemudian ditempelkan dengan lem PVC pada bagian dalam talang. Penopang tutup ditempelkan dengan jarak 5 cm dari dasar talang. Gunakan penjepit kertas pada saat menempelkan ruas pertama ketalang bagian dalam, tunggu hingga lem kering baru lepaskan penjepit kertas.
3.      MerangkaiSaluran Air Nutrisi NFT
S   Setelah proses membuat guli NFT dan tutupnya selesai, maka langkah selanjutnya adalah merangkai guli tersebut dengan saluran air nutrisi hidroponik. Rak yang dipergunakan terbuat dari kayu dengan satu layer saja agar pencahayaan yang dibutuhkan tanaman dapat optimal.Susun guli diatas rak  dengan kemiringan 5%, kemudian ikat dengan kabel ties. Siapkan bak penampung nutrisi hidroponik, pompa aquarium kapasitas 2 meter dan selang air. Hubungkan selang air dengan pompa, lalu ujung lainnya hubungkan dengan pipa pvc 1/2'. Pipa ini merupakan saluran inlet air nutrisi hidroponik. Pipa 1/2' dipasangi selang PE, pilih warna hitam. Cara memasangnya adalah dengan melubangi pipa PVC sebesar ukuran selang PE, lalu beri lem PVC disisi selang PVC. Nutrisi dialirkan dengan pompa melalui selang, kemudian masuk  ke pipa PVC, lalu masuk keselang PE dan masuk keguli, karena guli ditempatkan miring maka air akan terus mengalir menuju outlet yang ditampung oleh talang lalu dibuang ke bak penampungan, lalu air akan kembali lagi dipompa menuju guli secara terus-menerus selama 24 jam.